Monday, April 30, 2012

( ' . ' )


k       k       e  e  e  e         s  s  s     e  e  e  e     l
k    k          e                  s              e                 l 
k k             e  e  e  e         s            e  e  e  e     l
k    k          e                        s        e                 l         
k      k        e                          s      e                 l
k         k     e  e  e  e      s  s  s        e  e  e  e     l  l  l  l  l       tapi...

Temen itu yang ada buat kita, kapan aja....
Sahabat itu yang ada buat kita kapan aja, dan selalu ada dihati kita, 
Musuh itu yang selalu ada buat kita kapan aja, dan selalu ada di hati kita

Nah, musuh sama sahabat konteksnya sama tapi artiannya lain, nih, kalo sahabat ada buat kita kapan aja ( kalo kita sedih, down, bad mood, dll ) nah kalo musuh selalu ada buat kita kapan aja ( yah nggak tau kalo yang ini, pokoknya nggak tau gimana selalu aja ketemu dan ada ditempat kita ada...) Yang kedua kalo sahabat selalu ada di hati kita ( yah, kalo sahabat kita jauh, tetep aja dipikirin dan dikangenin... kita selalu melakukan segalanya yang terbaik buat sahabat kita ) tapi kalo musuh.... selalu ada dihati kita ( dendam, bikin marah, pusing, kesel, nangis, dll) Jadi, perbedaannya tipis banget... kita nggak akan bener-bener sadar buat siapa air mata kita netes... buat sahabat atau musuh? 

Jawabannya ada dihati dan pikiran kita masing-masing, Jadi cuma kita sendiri yang tau...mana yang telah dilakukan dan apa yang seharusnya diperbaiki.

Dari Cecilia Kitti
Buat semua ( termasuk gue ) semoga jadi lebih baik.... :) Harus lebih baik!

Saturday, March 24, 2012

It Feels Like….



Aku memandangnya dalam diam. Dia juga memandangku dari jauh. Dia terpaku menatapku. Aku hanya berharap agar dia tak berprasangka buruk. Tuhan, tolong.. aku hanya tak ingin dia membenciku.
Sebuah tatapan kaget, mendadak berubah menjadi tatapan garang, dan kemudian, dia berpaling, dan pergi.
Oh Tuhan, apa yang telah ku lakukan? Mengapa ia sangat membenciku sekarang? Apa karena aku tak sepopuler teman-temannya sekarang? Atau karena apa? Karena aku.. culun?
Satu setengah tahun yang lalu..
Namaku Indi. Namanya Gladys. Kita bersahabat. Rasanya, persahabatan kita tak akan musnah untuk selamanya. Kami berjanji satu sama lain untuk selalu bersama. Suka duka telah kita lalui bersama.
Dia selalu bercerita tentang kehidupannya yang.. wow.. entahlah, sangat sulit dijelaskan. Namun yang pasti, aku tau segalanya. Semua orang menyangka Gladys yang periang, populer, tinggi, putih, cantik, selalu jadi pusat perhatian, selalu diimpikan oleh para cowok, dan bak selebriti seperti ini tak pernah merasakan kesedihan sekecil apapun. Semua berharap menjadi seperti dirinya yang nyaris sempurna. Namun kau tahu? Ia tak pernah bahagia dengan apa yang ia miliki. Ia terlalu takut untuk menangis, takut dikatakan serapuh para cewek cengeng.
Ia keturunan konglomerat – dan semua orang tahu, ia tak perlu bersekolah ataupun membanting tulang untuk mencari uang.
Sayang, dibalik semua yang ia miliki, tak pernah ada yang tahu.. orangtuanya sangat sibuk. Nyaris tak pernah memikirkannya ataupun mengurusnya. Kebutuhan Gladys hanya orangtuanya tunjang dengan uang.. uang.. uang.. mereka salah. Gladys sangat butuh perhatian dari kedua orangtuanya.
Tak jarang, Gladys menangis – tertawa – berbicara hanya dengan dinding kamarnya. Hanya dinding kamarnya yang senantiasa menemaninya dan menjadi saksi bisu. Gladys sangat memperhatikan sikapnya di sekolah, dan bahkan, ia sangat memperhatikan harkat martabatnya dan juga gengsinya yang terlampau besar, hingga suatu ketika ia bertemu denganku.
Dikelas satu kita memang sekelas, namun kita hanya sebatas tahu nama. Dikelas dua, tak ada yang menyangka, hanya kita dan para dua cowok yang sekelas lagi. Ia hanya duduk denganku. Ia belum kenal siapa-siapa. Aku memang sangat terbuka dalam bergaul. Namun sayangnya, tak semua orang mau terbuka bergaul denganku. Aku – culun – dan aku tahu itu. Aku kutu buku, dan aku tahu itu. Aku tidak populer, dan aku tahu itu. Aku kucel, dan aku tahu itu. Aku dari kelas menengah kebawah, dan aku tahu itu. Namun, Gladys, mau berteman denganku.
Kita selalu duduk berdua, sekelompok berdua, makan berdua, hingga orang yang dia suka menembaknya. Aku pikir ia akan sedikit menjauh dariku, namun tidak. Dia bukan orang yang suka terlalu dekat dengan pacarnya. Ia lebih nyaman berdua denganku ketimbang dengan pacarnya.
Benar-benar. Satu tahun yang indah kita lalui bersama. Dalam satu tahun yang panjang – atau mungkin yang singkat – itu, kita selalu berbagi canda tawa, suka duka, bahkan kita menangis bersama. Kau tahu? Aku sangat bahagia. Ia selalu ada disampingku ketika semua orang menjauhiku karna suatu masalah. Ia selalu mendukungku. Ia menyemangatiku. Ia membantuku belajar – hingga semua nilaiku meningkat. Dan aku tahu, aku sadar, bahwa dia tulus melakukannya.
Perlahan-lahan, sikap Gladys mulai berubah. Awalnya dia angkuh. Dia pelit, pembohong besar, egois, gengsian, dan nyaris semua hal yang buruk ia miliki. Dan aku sangat mengenalnya. Dan aku tak bermasalah dengan sikap dia.
Dia jijik pada pengemis. Baginya, pengemis itu kotor, jorok, malas, dan.. memuakkan! Gladys tak akan sudi memberikan sedikit saja dari uangnya untuk para pengemis. Berbgeda denganku. Aku sangat mengetahui dan dapat merasakan perasaan orang lain. Hatiku sungguh peka. Dan aku lebih berpikir menggunakan hati. Ketika ada pengemis.. satu hal terbersit dalam pikiranku.. bagaimana kalau aku jadi dia? Bagaimana jika aku tak mampu lagi untuk bekerja? Bagaimana jika tak ada satupun orang yang mau membantuku untuk makan? Bagaimana jika aku kelaparan? Dan aku tak punya uang? Ohh.. sudah pasti.. berapapun uang yang kumiliki, aku pasti akan memberikan sedikit dari apa yang kupunya pada pengemis. Dan ketika Gladys melihatnya, wajahnya menampakkan wajah jijik. Ia bingung dengan sikapku yang menurutnya begitu baik.. dia menatap pengemis sebentar. Dengan ragu, ia menggenggam uangnya. Ia menatapku sebentar. Aku mengangguk, menandakan setuju dengan apa yang hendak dia lakukan. Gladyspun memberikan sedekah pada pengemis itu. Untuk yang pertama kalinya seumur hidupnya. Kini, ia tak ragu lagi untuk memberikan sedikit uangnya untuk bersedekah.
Sifatnya mulai berubah. Ia semakin baik dimata semua orang. Aku bersyukur, Tuhan. Aku dapat mengubah hatinya yang seperti batu dengan kasih. Kini, hatinya sudah mulai melembut.
Dia bilang, aku berbeda dari yang lainnya. Dia bilang, semua orang hanya memanfaatkan kekayaan dan kepopulerannya. Tahu tidak? Geng master di sekolahku mengajaknya untuk hang out dengan Gladys malam minggu. Tahu, tidak? Geng master sampai tidak habis pikir, karena Gladys lebih memilih denganku. Bahkan, geng master memaksanya untuk masuk gengnya, dan meninggalkanku. Namun Gladys lebih memilihku.
Aku bahagia, sekaligus terharu. Sahabatku sangat luar biasa membelaku. Bahkan, ketika kakak kelas melabrakku, Gladys lah yang membelaku. Aku sampai menangis rasanya.
Namun, itu tak bertahan lama. Hanya satu tahun.
Kelas tiga, aku dan Gladys terpisah. Namun tak jarang, kita saling mengunjungi kelas satu sama lain. Tetap berbagi suka dan duka, walau frekuensinya berkurang.
Beberapa bulan setelahnya, kita bahkan masih menyempatkan diri untuk hang out.
Aku asik dengan hidupku, dia asik dengan hidupnya. Kita semakin jarang berkomunikasi. Kita hanya sebatas say hi ketika bertemu. Kita terlalu sibuk menjalani persiapan UN.
Akhirnya.. komunikasi kita putus sama sekali. Ia tak pernah menyapaku lagi ketika bertemu denganku. Aku selalu menunggunya. Menunggu dan berharap agar dia mau menyapaku.
Aku lelah. Kini saatnya aku menyapanya. Aku tersenyum padanya ketika ia melewatiku, bersama teman-teman populernya yang gila harta. Ia menatapku satu detik, kemudian berpaling begitu saja. Rasanya, ada bongkahan besi yang menohok jantungku begitu saja. Aku mencelos tak percaya. Aku menatap kepergiannya dari belakang. Aku masih dapat melihatnya dari kejauhan, kemudian ia hilang begitu saja dibalik dinding kantin. Berulang kali aku menyapanya. Namun, nihil.
Tak bosan-bosannya aku menyapanya, hingga suatu ketika, ketika ia – masih – sedang berjalan dengan teman-teman gaul dan populernya, aku menyapanya. Dan kau tahu? Siapa yang meresponku? Teman-teman gaul dan populernya!
Kemana sahabatku pergi? Kemana sahabatku yang selama ini ada untukku?
Hari kamis, rasa rinduku pada Gladys memuncak. Kebetulan, aku ada perlu dengan Shilla, teman sekelas Gladys. Aku bergegas pergi ke kelas Gladys. Aku sudah mau menagis, membayangkan aku akan mengobrol lagi dengan Gladys. Dan aku berpikir, aku ingin memeluknya. Sahabat ku yang sudah lama hilang. Kulihat, Gladys dan teman-teman gaul dan populernya sedang berfoto dengan laptop salah satu temannya.
“Dys, lihat Shella gak?” tanyaku pada Gladys yang sedah selesai berfoto. Aku bertanya dari ambang pintu. “Dys?” tanyaku. “Gladys?” tanyaku sekali lagi. “Ada yang lihat Shella gak?”
“lagi yuk.. lagi.” Gladys berkata pada temannya. Ia mengajak teman-temannya untuk berfoto lagi.
“Shella mana?” tanyaku.
Gladys menatapku dua detik, kemudian berpaling.
“Gladys..” panggilku.
“Si Shella dikantin deh kayaknya.” Jawab Michelle, teman Gladys.
“Dys..” aku memanggil Gladys untk yang terakhir kalinya.
Gladys dan teman-temannya berpose.
Tuhan, semoga aku hanya bermimpi. Ini.. apa ini? Sakit, Tuhan.. sakit. Kenapa sahabatku, ya, Tuhan? Dia kenapa? Aku segera berlari ke toilet. Aku membanting pintu toilet. Aku sudah tak peduli lagi bila ada yang mengatakan bahwa aku gila. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku tak menyangka. Sama sekali tak menyangka, Gladys, yang selama ini kukenal baik, berubah. Aku benci untuk mengatakan ini.. namun ini yang kurasakan, dan ini faktanya. Gladys membenciku.
Empat hari sesudahnya, aku sedang menunggu dijemput. Hari itu hujan hanya rintik-rintik, namun, angin begitu kecang, hingga walaupun aku telah berteduh, aku tetap kebasahan. Dari jauh, aku melihat Gladys. Ia sedang berbicara dengan Intan. Gladys menunjuk-nunjukku. Aku menyapanya dari jauh. Intan membalas sapaanku. Namun Gladys hanya diam. Aku pikir, aku juga bisa berteduh dikantin. Jadi, aku pergi ke kantin, dimana ada Gladys. Dan setibanya aku disana, Gladys berjalan masuk menuju gerombolan anak populer yang sedang bergosip. Ia meninggalkanku. Tuhan.. sakit..
Tak tahan disana, akupun berbasah-basah kuyup lagi pergi ke tempatku tang semula. Tak apalah aku terkena hempasan air hujan, asal Gladys tetap bisa mondar-mandir dengan tenang dikantin tanpaku, jika itu yang dia mau. Sesaat, kami berpandang-pandangan.
“Astaga tuh anak , Si Gladys, bukannya pulang malah main hujan-hujanan gitu. Udah jam segini, lagi. Bukannya pulang dari tadi! Besok pasti gak masuk. Tuh anak kelewatan, ya!” Guru Bpku membuatku berpaling dari Gladys.
“Bu, Gladys tadi habis latihan buat ujian praktek. Dia udah ada disana dari tadi, sebelum hujan. Jadi, dia gak hujan-hujanan, bu. Dia belum pulang, soalnya dia bilangnya pulangnya jam empat, ternyata udah selesai dari tadi. Jadi dia bukan main gak jelas. Dia cuma nunggu dijemput.” Aku berbohong pada guruku. Gladys memang cuma main. Dia gak latihan apa-apa. Dia juga dari tadi hujan-hujanan. Dan dia emang cuma ngerumpi. Aku iat dan sangat hafal mobilnya. Mobilnya udah parkir dari tadi. Aku cuma gak mau Gladys dimarahin Bu Retno lagi. Bu Retno terlalu benci Gladys.
Bu Retnopun berlalu. Tiba-tiba, dtang segerombolan anak basket. Mereka juga berteduk didekatku. Ehh, ada mantannya Gladys.
“Lu belum di jemput, Di?” tanya Alex, mantannya Gladys.
“Belum.” Jawabku. Aku memandang Gladys, berharap dia tak melihatku mengobrol dengan Alex. Aku memandangnya dalam diam. Dia juga memandangku dari jauh. Dia terpaku menatapku. Aku hanya berharap agar dia tak berprasangka buruk. Tuhan, tolong.. aku hanya tak ingin dia membenciku.
Sebuah tatapan kaget, mendadak berubah menjadi tatapan garang, dan kemudian, dia berpaling, dan pergi.
Kau tahu kapan semua ini selesai? Aku tak mengerti.. ia membenciku karena apa. Yang jelas, aku takkan membencinya. Sekecil apapun, aku takkan membencinya. Ia terlalu berhaga untuk dibenci. Sahabatku terlalu berharga untuk ku benci. Ia tak pernah pantas mendapatkan kebencian.. walaupun.. It feels like hell!

Miranti Wulandari 9C/20

Tuesday, March 6, 2012

My Perfect 15th Birthday


Tanggal 31 Januari 2012

Aku bangun jam 5 pagi, seperti biasa, aku siap-siap mau ke sekolah. Ketika itu, aku masih belum sadar bahwa aku ulang tahun.
Sekitar jam 5.30, aku baru menyadari bahwa aku berulang tahun. Aku buka FB, mau ngeliat siapa aja yang pagi-pagi begini udah ngucapin ‘Happy Birthday’. Dan bener aja. Aku liat, orang pertama yang ngucapin selamet ulang tahun secara gak langsung (via Facebook) itu orang Malaysia. Namanya Abigail Shyntya. Thanks, Abigail Shynthya!


Di sekolah.

Pagi-pagi, aku ketemu anaknya Pak Geri yang masih kecil banget (Sekitar 7 tahun). Dia gendong kucing gede. Gak tahu gimana, dia ngejar-ngejar aku sambil ngegendong kucing itu. Dan, ya, aku lari-lari. Alhasil, aku diketawain adek kelas. Padahal jelas-jelas gak lucu. Kucing jalanan kan kotor, berkuman, penuh virus, kotor, bisa bikin asma, mandul, dll. Dan, kucing emang nyeremin! Dan karna sebegitu nyeremin nya tuh kucing, aku sampe nangis dikerjain anak kecil!

Cecil Callista dateng, disusul Cathrin yang tentu saja ngeliat aku nangis-nangis. Tiba-tiba tangan aku gatel-gatel. Kaki juga. Kita masuk ke kelas bahasa Inggris Maam Ar bareng.


Jam 6.40

Cecilia Kitti sama Disca dateng. Aku cerita ke mereka kalo aku gatel-gatel. Mereka ngusulin aku buat cuci tangan. Aku keluar kelas buat cuci tangan. Diluar, aku liat Vanya sama Ruth. Vanya udah nyengir-nyengir ngeliat aku. Pas ngelewatin aku, Vanya ngucapin selamet ulang tahun ke aku. Itu ucapan pertama yang aku dapetin langsung dan dari sahabatku. Dan ruth, yang dari awal udah ada disamping Vanya denger, padahal suara Vanya kecil. Ruth teriak “Selamet ya wulaaaannnn!”

Cecel kitti sama Disca saling berpandangan. Yang mereka inget aku ulangtahun tanggal 31, dan yang mereka sadar sekarang tanggal 30! Tapi akhirnya mereka ngucapin selamet ultah ke aku.
Sampe di depan wastafel, aku cuci tangan. Aku balik badan, jalan bentar, ehhh, liat puput. Puput bawa kado buat aku. Kado pertama dateng dari sahabatku. Tinggal satu orang yang kurang pas itu. Amadea Verena Leonardo, sahabatku yang satu lagi. Aku gak mengharapkan apapun dari Dea, cuma ucapan yang aku butuhin. Ucapan karna dia inget. Namun, sampe istirahat pun, aku belum dapetin ucapan dari Dea, sahabatku yang satunya.
Dan bahkan, ketika kita ketemu pun (pas moving class), dia cuma say hi. Rasanya sakit. Sempat aku berpikir, kalo dia udah gak nganggep aku lagi. Tapi aku ngerasa tetep harus positive thinking. Mungkin dia hanya lupa.

Pas udah pulang sekolah, di umumin orang-orang yang ulang tahun. Aku salah satunya. Dan pas sebelum pelajaran tambahan, aku ketemu Dea, dia cuma (masih) say hi doang. Aku ke toilet. Rasanya mau nangis sekenceng-kencengnya. Rasanya sakittttt banget. Padahal, aku yakin dia denger pengumuman kalo aku ulang tahun.

Selesai pelajaran tambahan, aku pergi ke tempat aku nge- hard cover karya tulis aku sama Edo dan Deny. Parah! Tintanya ada yang luntur. Pas ditanya ke Mbaknya, dia cuma bilang “Iya tuh, kayaknya kepegang pas lagi dibikin” SELESAI.

Kita balik ke sekolah, berniat ngasih tau Abi, ketua kelompok karya tulis.


Di depan Lab Fisika

Aku ngadu ke Abi karya tulis kita jelek banget. Parah. Aku (kita semua marah-marah. Kita semua kecewa abis. “Miranti!” ada yang manggil. “apa sih?!” tanya ku setengah membentak. Aku masih merasa (sangat) kecewa dan marah karna hasil karya tulis kita yang 'hancur'.. Ternyata….

Happy birthday to you.. Happy birthday to you.. Happy birthday.. Happy birthday.. Happy birthday to you..

Aku mau nangis pas liat siapa yang ada didepanku. Amadea! Dia ngucapin (dan nyanyiin) (dan beliin aku kue tart) (dan ngerayain) ulangtahun ku. Aku salah. Aku pikir dia gak peduli. Aku pikir dia benci aku. Aku pikir dia udah gak nganggep aku. Ternyata..

Dia bikin surpise buat aku.

Rasanya aku bahagia banget. Setelah lagu itu dinyanyiin, aku ‘make a wish’ sebelum niup lilin.

Tuhan, aku mau _ _ _ _.

Aku pun meniup lilinnya.
Kue ku potong.
Angel bilang, kalo kue itu Amadea yang beli.
Jadi.. potongan pertama buat Amadea.
Dan seterusnya.. sampe kue itu tinggal seperempat.
Muka udah ‘cantik’ banget dengan segala polesan  krim-krim sampe ke rambut rambut segala. ‘Cantik’ banget deh pokoknya. Hahahaaaa..
Aku ke luar sekolah buat nyari Vanya. Kue seperempat itu aku bagi tiga. Buat Vanya, Puput, sama Kakakku.

Tau gak? dari kejadian yang tak terdefinisikan ini, aku ngerasa, bahwa kebahagiaan datangnya kebersamaan dengan sahabat kita. dan rasanya aku takut, pas aku sadar kalo umurku nambah, tapi umurku makin mendekati dimana aku akan berpisah dengan sahabat-sahabatku yang aku sayangi.
jujur, aku gak pernah bisa ngebayangin perpisahan kita. dimana kita udah gak bareng lagi. dan bahkan, kita udah gak saling ketemu. kita bakal jauuhhh banget. dan akhirnya kita benar-benar pisah.
aku gak pernah bisa ngebayangin kalo gak ada mereka.
masih sempurnakah ulang tahun- ulang tahunku yang lainnya tanpa mereka?
masih bisakah aku bahagia di ulangtahunku lainnya tanpa mereka?
sahabat-sahabatku yang udah bikin hari ulangtahunku sempurna.
gak ada kata yang bisa melukiskan gimana rasanya hatiku takut kehilangan kalian.
kalian lebih berharga dari barang berharga yang kupunya sekalipun.

Thanks udah bikin ulangtahunku sempurna,
Vanya yang ngasih ucapan selamat ulangtahun pertama,
Puput yang ngasih kado ulang tahun pertama,
dan Dea yang udah ngasih tart pertama.

cara kalian bikin aku bahagia emang berbeda-beda.
bukan dengan ucapan, kado, ataupun tart nya yang bikin aku bahagia,
tapi kebersamaan kita yang bikin aku bahagia.

By, Miranti Wulandari

Monday, February 20, 2012

V-Day

Saint Valentine's Day, often simply Valentine's Day is observed on February 14 each year. Today Valentine's Day is celebrated in many countries around the world, mostly in the West, although it remains a working day in all of them.
The original "St. Valentine" was just a lithurgical celebration of one or more early Christian saint named Valentinus. All the modern romantic connotations were added several centuries later by poets. Several martyrdom stories were invented for the various Valentines that belonged to 14th February, and added to later martyrologies. This celebration was deleted from the General Roman Calendar of saints in 1969 by Pope Paul VI.
The day first became associated with romantic love in the circle of Geoffrey Chaucer in the High Middle Ages, when the tradition of courtly love flourished. By the 15th century, it had evolved into an occasion in which lovers expressed their love for each other by presenting flowers, offering confectionery, and sending greeting cards (known as "valentines").
Modern Valentine's Day symbols include the heart-shaped outline, doves, and the figure of the winged Cupid. Since the 19th century, handwritten valentines have given way to mass-produced greeting cards.

Nah, itu sebagian berita tentang Valentines Day, tapi cara kita memaknainya kan beda-beda, jadi ya tergantung.... Hari kasih sayang kan tiap hari, tapi pas Hari Valentine kan lebih, hehehe :0

Posted by, Cecilia Kitti
Source, Wikipedia

LUSTRUM V SMP MATER DEI - perayaan pesta perak 25 tahun sekolah-

tak terasa, hari itu telah berlalu.
dan kini, aku merasa kembali merindukannya.
menggenggam kipas besar yang cukup berat dang menggoyangkannya.

pertama kali saat latihan, rasanya ini semua memberatkan. masa ujian akan berlangsung, dan ini sangat mengganggu belajar. dan aku membenci hal ini.

salah sedikit, bentakan menghujani wajah saya. saya tak menyukainya.

namun tak tahukah kau?

aku merasa sangat kecewa karena aku pernah berpikiran seperti itu. rasanya seperti berada disurga ketika saya sedang menari. meresapi setiap akunan lembut lagu Melati Suci dengan perlahan dan menggerakkan kipas besar saya dengan lembut.

dan momen itu takkan terulang kembali.

dan kinipun, aku ingin waktu kembali berputar.

memutar kembali setiap memori tentang menari untuk mensukseskan acara Lustrum V.



Miranti,
Dancer of Melati Suci
Mater Dei Junior High School
"Pengalaman adalah guru sejati"

Be My Valentine

valentine.

hari berbagi coklat.

hari memakan coklat.

hari memaknai pemberian coklat.

hari meresapi rasa coklat.

rasa coklat pahit dan manis.

rasa pada coklat melambangkan rasa cinta..

yang walaupun terkadang terasa pahit,

namun juga terasa manis.

seperti cinta..

walaupun cinta terasa pahit dan menyakitkan,

namun cinta itu indah.

maka,

berbagi coklat pada hari valentine akan terasa indah jika kau mengerti maknanya.





"Be my valentine"
-Miranti-

LOVE

cinta itu segalanya..

"dan inilah mengapa dikatakan jatuh cinta..
kebanyakan orang yang jatuh cinta, terbang terlalu tinggi, sehingga ketika jatuh, rasanya terlalu sakit.."

 -pepatah-


.Miranti.

LUSTRUM V SMP M-DHE....

Hahaha.... harus ngomongin lustrum nih? ya ampun.... jangan dong! kan jadi kangen.... ya, meskipun latihan sampe sore tiap hari, malah hari Jumat sampe malem, tapi.... cukup puas sih, kan tampilnya bagus... apalagi, tari kelas 9, Tari Melati, hehehe...optimis gitu, tapi... emang bagus kok.... hehehe... nyesel deh kalo nggak dateng. Tapi bajunya ituloh.... agak-agak gimana gitu, dandanannya juga, sedikit menor tapi keren kok... two thumbs up buat kita semua, Bu Ati, kru, dan semuanyalah.... ternyata gak sia-sia kan, latihan cape-cape....


Posted by, Cecilia Kitti :)

Saturday, February 18, 2012

New Movies


Chronicle



Journey 2 : The Mysterious Island






Whitney Houston - I will always love you


Lustrum V

Lustrum V

Kemaren tanggal 18 Februari 2012 adalah acara lustrum v Mater Dei lhooooo
seru banget dan pastinya para tamu ga kecewa untuk datang ke acaranya
sayang banget bagi yang ga bisa dateng
acaranya di selenggarain di UTCC lhoooo
semua siswa siswi SMPK Mater Dei ikut berpartisipasi dalam acaranya
dalam acara kemaren kami menampilkan berbagai tarian dari daerah" di Indonesia dan pastinya keren banget lhooo
alumni-alumni SMPK Mater Dei juga dateng lhoooo
kami para siswa siswi SMPK Mater Dei mengucapkan banyak terima kasih kepada Mrs. Ati Ganda & Studio 26's crew...

We'll miss you Mrs. Ati Ganda & Studio 26's crew...
We can't & won't forget it....

Posted by : Angel

Sunday, February 5, 2012

My Shcool Activities

Actually I'm really busy because I've a lot of activities in my school..... In saturday we must practice colossal drama for our lustrum....actually I don't know where is the drama or play.....we just dance and not do a drama or a play... but if I said it all the teachers always said there was a drama...
the teachers always win....haha...
they just can make us tired...actually I can comment at all but I'm not really brave to said it...
because I know if I say it I'll lose...
they always win...
and we have to study after school or minor for our final exam...
we want to get the best score for our next education...
but there are so many things that can make us lazy...
wish me luck...or wish all of us luck...

:p
Posted By : Angel



Valentine

Valentine

Wow, it's almost valentine's day, what do you want to do boy or girl  for your girlfriend or your boyfriend?
Oh, I know.....do you want to give her or him some chocolate? or some chocolate that you make by yourself for him or her? or do you want to give her or him something different and special? you can give many things that more special like some special food that you make by yourself or a really big doll for her.....or if you ready you can propose her to be your fiancee...

Yeah, that's so many things you can do for him or her....just do by yourself and your heart of course...don't make her cry or sad in that special day....

Make her happy and smile....
Go for it....:p
Good Luck

Posted By : Angel







Love or amour or lieben

Love

Sometime it's important but sometime it isn't important....I don't really really know about that... Yeah,,, we need someone who can understands, cares, and loves us of course... but sometime we don't like love because sometime its can hurt us... Love can come in everywhere and every time that we never know.... Oh, love why you must make us crazy and confuse?!.... (that's what I want to know)...

I try to stop thinking about love but I can't..... Oh, love.....can you stop to disturb me?? can youuuuu?
Please answer my question!
I think I must find the answer...... <3

Poted by Angel



My Profile

Hello, my name is Angelline Ekklesia...you can call me Angel....I'm 13 years old... Now, I school at Mater Dei Junior High School... I'm in 9th grade... My hobbies are swimming, playing (of course), maybe dancing...I was born on August 10th 1998....Thanks for visiting....hope you like our blog...



Posted by mee.....

Monday, January 23, 2012

Einführen Name ich Miranti Wulandari

einführen Name ich MIRANTI WULANDARI.
perkenalkan nama saya Miranti Wulandari.


ich Klasse 9C
saya kelas 9C

Ich war in Jakarta geboren 31. Januar 1997
Saya lahir di Jakarta,  31 Januari 1997

sata gerne Romane lesen und Rad fahren
Saya suka membaca novel dan naik sepeda

Ich möchte ein Innenarchitekt
saya ingin menjadi Designer interior  

Posted By : Meee.... 

Thursday, January 19, 2012

{ '_ ' } il mio profilo

il mio profilo :)

Namaku Cecil, lengkapnya Cecilia Kitti. Aku murid kelas 9C di SMPK Mater Dei-Pamulang. Umurnya 14 tahun. Lahir tanggal 24 Maret 1997. Hobby aku menggambar, lukis, dan nyanyi. Cita-citanya jadi designer. hahaha..... Amin! :) Doain ya! 


Posted by, me....